Melody Tuhan

Dari hijau sisi dunia dan biru tirai langit nada itu mulai menggema

Melanglang buana hingga ke singgasana alam semesta

‘Ntah  itu apa namun tiap kali terpejamnya mata nada itu semakin erat menyapa

Kuat menerobos terbentangnya kabut hampa

Semakin keras menusuk-nusuk keroposnya jiwa

Semakin ku dekati arahnya makin hilang kendali ku atasnya

Keberadaannya di segala arah dan semakin ku hafal alunannya

Pelan merasuk dan mengisi tiap-tiap kekosongan cawan hati

Tiap kali ku lari…tiap kali pula ku rindu

Mungkin benar kata hujan malam itu

“Melody Tuhan-Mu tak kan pernah ada duanya”

Dalam Bingkai Malam

Tuhan,

Dalam kerendahan hati dengan setulus-tulus keikhlasan hamba bermohon berikan hamba kesabaran yang lebih, kekuatan hati, dan keikhlasan diri. Bermil-mil jarak memisahkan dengan dunia tawa hamba, bukan hamba mengeluh, Tuhan…hanya terkadang hamba merasa tak mampu melewatinya. Namun satu hal, Tuhan…hamba selalu percaya dengan kebesaran-Mu. Engkau tak pernah memberikan cobaan melainkan sesuai dengan kemampuan kami.

Tuhan,

Mohon jangan lepaskan dekapanMu, dalam tangisan ini entah apa lagi kata yang dapat keluar dari mulut hamba. Selain doa, kepasrahan, keberserah dirian, dan ikhtiar sekuat tenaga. Sungguh, dengan sujud dan zikir ini, hanya itu yang hamba mampu lakukan memohon agar tiap-tiap kepedihan, kekecewaan, dan dan kesedihan berubah menjadi tawa, rasa syukur, dan kelak menjadi kebahagiaan.

Tuhan,

Ini akan indah pada waktunya, bukan? Ya, hamba percaya pada keajaiban dan keindahan rencanaMu. Bahkan untuk setiap helai daun yang akan jatuh, arah angin berhembus, hujan rintik yang turun, semua telah ada ketetapannya oleh Mu. Dalam hati, lirih…dengarlah bisikan hamba Tuhan…kemana lagi harapan ini akan hamba tumpukan, kepada siapa lagi tangisan penuh harapan ini akan hamba tujukan, hanya Engkaulah satu-satunya zat yang Maha Sempurna, Maha Mengetahui, Maha Teliti, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Mengabulkan, yang mampu membolak-balik hati seorang anak manusia. Betapa banyak rahmat yang telah Engkau curahkan setiap saat, dan hamba hanya mampu dengan tangisan ini merengek memohon ampun.

Tuhan,

Bahkan meskipun tak hamba ucapkan, Engkau lebih mengerti apa yang hamba rasakan, apa yang hamba ingin utarakan. Namun Tuhan, saat ini terasa begitu sepi, waktu terasa menggigit tiap bagian hati yang sendu ini.

Tuhan,

Perjalanan hidup yang Engkau tentukan benar-benar menempa hamba, tak peduli hamba suka atau tidak, hidup akan terus dengan tegas menuntun hamba dari satu tantangan menuju tantangan berikutnya, dari satu misteri ke misteri berikutnya, dengan aneka teka-teki, terkadang dengan mudah hamba bisa pecahkan, terkadang menuntut hamba bermandikan peluh dan tetes air mata untuk menyelesaikannya.

Tuhan,

Seperti apa misteri cinta yang Engkau telah rencanakan untuk hamba? Mereka selalu bilang “Tuhan tidak memberikan apa yang kamu inginkan, tapi Tuhan memberikan apa yang kamu butuhkan”.

Ya Tuhan…hamba pahami itu dengan seksama, dan benar berulang-ulang kali benar. Aku dan pekikan rindu dari dalam kalbu ini sedang merangkak menuju sebuah cahaya. Bimbing hamba, Tuhan…

 

Dan,

Malam ini sebelum hamba bergerak menuju peraduan, menutup mata dengan asa kedamaian, mengistirahatkan hati, badan, dan pikiran, selalu…permohonan demi permohonan hamba utarakan terlebih-lebih agar Engkau semakin menguatkan hamba. Karena, hamba yakin akan selalu ada harapan bagi mereka yang berdoa, akan selalu ada jalan bagi mereka yang berusaha.

 

Terimakasih Tuhan….

 

NB:

Catatan ini ditulis di Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada 21 April 2013
Publikasinya baru bisa sekarang diwujudkan.

Pulang…

Purnama tlah berganti duhai malam impian
Dari titik awal yang ku jelajahi beberapa waktu silam
Hingga saat sekarang mata zaman kian menatap tajam
Namun rindu selalu merayu untuk kembali pulang
Lambaian nyiur mana yang sanggup mengalahkan lenggok ilalang dalam ingatanku
Tentang tembang kenangan kisah klasik masa depan,
dan….
Sebuah senyuman teduh menenangkan
Kemarilah…
Raih jemariku dan jemput aku pulang
Tak peduli berapa banyak keindahan yang memanggil
Aku hanya ingin pulang…